Dan semua
terlihat seperti mimpi..datang tiba-tiba tanpa permisi saat seonggok rasa yang
tumbuh tanpa terkira, seiring berjalannya waktu, seintens pertemuan yang
terjalin hampir disetiap hari.
Menunggu dia
yang menganggapmu hanya seperti angin lalu.
Dibalik
topeng palsu yang menutupi sejuta rasa sayang yang enggan untuk
tersampaikan..terpenjara dalam diam..terkubur dalam asa..
Menanti
waktu agar terkuak..
Menanti
jawaban yang tertunda..
Rasa yang
aneh..bahkan terlihat konyol..segalanya terasa tidak logis saat hati dan akal
sehat menemukan jalan buntu untuk berpadu.
Dua
kepribadian yang berbeda, dua katrakter yang berbeda, dua kebiasaan yang
berbeda, dua manusia dengan dua sifat dasar yang berbeda.
Mustahilkah
keduanya berpadu?
Menyatukan
mimpi yang selama ini menunggu waktu agar terwujud.
Menjadi
mustahil bila Tuhan yang empunya hidup dan mati manusia tidak menghendaki hal
tersebut terjadi.
Dan demi
cinta yang tulus akan selalu ada hati yang setia menunggu, akan ada hati yang
selalu rela berkorban, melakukan segala hal baik agar tampak sempurna dimata
dambaannya.
Berpikir
jernihpun seakan sulit dilakukan, layaknya orang yang dimabuk anggur
asmara..terhipnotis oleh suatu rasa....rasa ingin memiliki dan bukan hanya
sekedar mengagumi. Memiliki seluruh apa yang ada pada dirinya, cinta, hati dan
seluruh nafasnya.
Sungguh kesempurnaan yang luar biasa.....