Mereka
menertawakanku, menganggap aku terlalu bodoh dengan semua yang aku rasakan saat
ini. Mereka bahkan menganggap pertimbangan ku terlalu naif dan konyol. Tapi aku
rasa mereka salah, karena kamu spesial, kamu istimewa, kamu berbeda dan kamu
jauh dari apa yang mereka pandang tentang kamu. Aku masih tetap menjadikan kamu
yang pertama dalam urutan orang spesial di hidup ku. Tak peduli lagi bagaimana
cerita-cerita negatif mereka tentang kamu. Aku buta akan semua hal buruk itu.
Tapi,
apa semua yang aku perjuangkan dalam diam ini akan sia-sia??
Semua
akan sia-sia tanpa ada istilah ‘Saling’. Semua akan sia-sia kalau hanya aku
yang gigih memperjuangkan semua yang aku anggap itu sebagai ‘Kebahagiaan’.
Semua akan sia-sia kalau aku terlalu takut untuk menerima kenyataan saat aku
harus bersikap jujur.
Aku
terlalu bodoh untuk hal ini.
Dari
semua sikapku, tak mungkin kau tak tahu aku punya perasaan lebih padamu. Dari
semua ceritaku bahkan sorot mataku, tak mungkin kau tak paham bahwa ada cinta dibalik
semua itu. Aku terlalu banyak diam dan memendam, mungkin disitulah kesalahanku.
Terlalu egois mengatakan dan terlalu takut mengungkapkan. Aku tak bisa
menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambing hitamkan siapapun. Bukankah
dalam cinta tak pernah ada yang salah?
Tapi
akhirnya aku harus mulai belajar jujur dengan perasaan ku sendiri. Kalau aku
sudah lelah. Aku jenuh. Atau mungkin Tuhan telah menunjukan kepadaku hal yang
sudah semestinya ku sadari sejak dulu. Kamu dikenal bukan untuk di miliki. Kamu
hadir dalam kehidupan ku bukan untuk menepati tempat spesial dalam hati.
Dan
harusnya aku menyadari hal itu sejak dulu.
Aku
hanya berharap semoga aku bisa seperti itu. Meninggalkan sejuta bayangan
tentangmu. Mengubur semua hal indah yang menghiasi setiap malam ku. Mungkin
berat. Aku tau itu tak mudah. Butuh waktu untuk menghapus semuanya. Sedikit
demi sedikit, perlahan namun pasti. Rasa itu akan hilang. Sayang itu akan pudar
bahkan mungkin cinta itu akan lenyap.
Suatu
hari nanti aku ingin pergi jauh meninggalkan semua ini. Semua cerita indah yang
tak kunjung menemukan waktu agar terungkap. Tapi, apa setelah aku pergi kamu
akan tetap mengingatku? Bahkan mencari ku? Setidaknya mengingat aku sebagai
orang paling tolol dengan rasa yang tolol dan perjuangan yang tolol. Walau
mungkin nanti kita tak bersama lagi aku akan berdoa agar hal baik akan selalu
ada didalam hidupmu. Kebahagiaan dengan keluarga kecilmu kelak. Walau tak harus
denganku. Walau tanpa aku. Walau pahit untuk ku.
Yogyakarta,
29 November 2013, 21.50 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar