Rabu, 04 Desember 2013

Terima Kasih Tuhan


Di saat gundah melanda, saat merasa segalanya terlalu berat untuk di pikul seorang diri, aku bisa apa??
Kepada siapa aku harus berlari??
Untuk melabuhkan beban,
Untuk menyandarkan kepala walau hanya sedetik ,
Untuk berbagi lara walau cuma semenit atau bahkan hanya untuk mencicipi sedikit bahagia, di tengah lelahnya jiwa karena rutinitas dunia.
Karena lelah yang hampir menyentuh titik jenuh dan diikuti seabrik rasa-rasa yang lain, yang terus menyerang tanpa henti, membius semangat, memudarkan tawa, menghapus sukacita.
Entahlah segalanya di renggut....
Namun, aku punya Tuhan..
Aku punya Tuhan yang tak pernah kulihat wajahNya,
Tuhan yang tak pernah ku rasakan secara langsung hangat genggaman tanganNya,
Tuhan yang tak pernah ku dengar bunyi suara sepatuNya bila berjalan,
Tapi, aku bersyukur punya Dia..
Aku merasa beruntung bisa menikmati kemurahan hatiNya.
Hanya Dia pendengar sejati.
Pendengar satu arah yang baik.
Pendengar yang selalu mendengar tanpa berkomentar.
JawabanNya hanya bisa dirasakan dan diyakini dalam iman.
Mungkin hanya karena kebaikanNya aku masih bisa melukis senyum,
Masih mampu menatap indahnya dunia walau dengan lengkungan senyum palsu.
Selengkung senyum yang bisa menyamarkan kesedihan, menutup luka dan menyamarkan air mata.
Tapi...terima kasih Tuhan, terima kasih penghibur sejati buat satu senyuman penuh arti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar