Rabu, 08 Januari 2014

"Kamu, di siang itu"

Apa kabar Tuan?
Lama tak nampak
Lama tak terlihat.
Tadi aku melihat, sosokmu yang begitu hangat
Tak ada yang berubah, semua masih tetap hangat
Engkau masih mempesona, tak ada yang berbeda
Engkau hanya terlihat sedikit lelah
Entah apa yang membuatmu begitu nampak lesu
Apa aktifitasmu begitu sangat menyita waktu,
Sampai untuk peduli pada dirimu sendiripun kau tak mampu
Ah sudahlah akupun tak punya hak untuk sedikit bertanya tentang kesibukanmu
Siapa aku?
Bukankah itu yang selalu menjadi pertanyaanmu?

Rabu, 04 Desember 2013

Terima Kasih Tuhan


Di saat gundah melanda, saat merasa segalanya terlalu berat untuk di pikul seorang diri, aku bisa apa??
Kepada siapa aku harus berlari??
Untuk melabuhkan beban,
Untuk menyandarkan kepala walau hanya sedetik ,
Untuk berbagi lara walau cuma semenit atau bahkan hanya untuk mencicipi sedikit bahagia, di tengah lelahnya jiwa karena rutinitas dunia.
Karena lelah yang hampir menyentuh titik jenuh dan diikuti seabrik rasa-rasa yang lain, yang terus menyerang tanpa henti, membius semangat, memudarkan tawa, menghapus sukacita.
Entahlah segalanya di renggut....
Namun, aku punya Tuhan..
Aku punya Tuhan yang tak pernah kulihat wajahNya,
Tuhan yang tak pernah ku rasakan secara langsung hangat genggaman tanganNya,
Tuhan yang tak pernah ku dengar bunyi suara sepatuNya bila berjalan,
Tapi, aku bersyukur punya Dia..
Aku merasa beruntung bisa menikmati kemurahan hatiNya.
Hanya Dia pendengar sejati.
Pendengar satu arah yang baik.
Pendengar yang selalu mendengar tanpa berkomentar.
JawabanNya hanya bisa dirasakan dan diyakini dalam iman.
Mungkin hanya karena kebaikanNya aku masih bisa melukis senyum,
Masih mampu menatap indahnya dunia walau dengan lengkungan senyum palsu.
Selengkung senyum yang bisa menyamarkan kesedihan, menutup luka dan menyamarkan air mata.
Tapi...terima kasih Tuhan, terima kasih penghibur sejati buat satu senyuman penuh arti.

Mungkin Ini Arti Ketulusan


Mereka menertawakanku, menganggap aku terlalu bodoh dengan semua yang aku rasakan saat ini. Mereka bahkan menganggap pertimbangan ku terlalu naif dan konyol. Tapi aku rasa mereka salah, karena kamu spesial, kamu istimewa, kamu berbeda dan kamu jauh dari apa yang mereka pandang tentang kamu. Aku masih tetap menjadikan kamu yang pertama dalam urutan orang spesial di hidup ku. Tak peduli lagi bagaimana cerita-cerita negatif mereka tentang kamu. Aku buta akan semua hal buruk itu.
Tapi, apa semua yang aku perjuangkan dalam diam ini akan sia-sia??
Semua akan sia-sia tanpa ada istilah ‘Saling’. Semua akan sia-sia kalau hanya aku yang gigih memperjuangkan semua yang aku anggap itu sebagai ‘Kebahagiaan’. Semua akan sia-sia kalau aku terlalu takut untuk menerima kenyataan saat aku harus bersikap jujur.
Aku terlalu bodoh untuk hal ini.
Dari semua sikapku, tak mungkin kau tak tahu aku punya perasaan lebih padamu. Dari semua ceritaku bahkan sorot mataku, tak mungkin kau tak paham bahwa ada cinta dibalik semua itu. Aku terlalu banyak diam dan memendam, mungkin disitulah kesalahanku. Terlalu egois mengatakan dan terlalu takut mengungkapkan. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambing hitamkan siapapun. Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah?
Tapi akhirnya aku harus mulai belajar jujur dengan perasaan ku sendiri. Kalau aku sudah lelah. Aku jenuh. Atau mungkin Tuhan telah menunjukan kepadaku hal yang sudah semestinya ku sadari sejak dulu. Kamu dikenal bukan untuk di miliki. Kamu hadir dalam kehidupan ku bukan untuk menepati tempat spesial dalam hati.
Dan harusnya aku menyadari hal itu sejak dulu.
Aku hanya berharap semoga aku bisa seperti itu. Meninggalkan sejuta bayangan tentangmu. Mengubur semua hal indah yang menghiasi setiap malam ku. Mungkin berat. Aku tau itu tak mudah. Butuh waktu untuk menghapus semuanya. Sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti. Rasa itu akan hilang. Sayang itu akan pudar bahkan mungkin cinta itu akan lenyap.
Suatu hari nanti aku ingin pergi jauh meninggalkan semua ini. Semua cerita indah yang tak kunjung menemukan waktu agar terungkap. Tapi, apa setelah aku pergi kamu akan tetap mengingatku? Bahkan mencari ku? Setidaknya mengingat aku sebagai orang paling tolol dengan rasa yang tolol dan perjuangan yang tolol. Walau mungkin nanti kita tak bersama lagi aku akan berdoa agar hal baik akan selalu ada didalam hidupmu. Kebahagiaan dengan keluarga kecilmu kelak. Walau tak harus denganku. Walau tanpa aku. Walau pahit untuk ku.

Yogyakarta, 29 November 2013, 21.50 WIB

Sadar dan Sabar

Aku sekarang jadi sadar, jadi paham bahwa yang baik tidak selamanya akan terlihat baik dimata orang lain. Menjadi sadar bahwa tidak selamanya yang kita inginkan pasti akan kita dapatkan. Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Disaat kita dihadapkan dengan hal yang seperti itu kita hanya cukup berbesar hati, bersikap ikhlas walau tak mudah. Bukankah Tuhan tau yang terbaik buat kita? Yang indah sudah menanti, mungkin bukan sekarang tapi nanti. Cukup bersabar, walau sulit sekalipun, walau berat tapi harus tetap dijalani. Tetap tegar, kuat juga yaa, senyum harus tetap melengkung indah dibibir; apapun itu keadaannya :)

Yogya, 19-10-13, 11:05 WIB

Minggu, 20 Januari 2013

Cinta Dalam Diam



Dan semua terlihat seperti mimpi..datang tiba-tiba tanpa permisi saat seonggok rasa yang tumbuh tanpa terkira, seiring berjalannya waktu, seintens pertemuan yang terjalin hampir disetiap hari.

Menunggu dia yang menganggapmu hanya seperti angin lalu.

Dibalik topeng palsu yang menutupi sejuta rasa sayang yang enggan untuk tersampaikan..terpenjara dalam diam..terkubur dalam asa..

Menanti waktu agar terkuak..

Menanti jawaban yang tertunda..

Rasa yang aneh..bahkan terlihat konyol..segalanya terasa tidak logis saat hati dan akal sehat menemukan jalan buntu untuk berpadu.

Dua kepribadian yang berbeda, dua katrakter yang berbeda, dua kebiasaan yang berbeda, dua manusia dengan dua sifat dasar yang berbeda.

Mustahilkah keduanya berpadu?

Menyatukan mimpi yang selama ini menunggu waktu agar terwujud.
Menjadi mustahil bila Tuhan yang empunya hidup dan mati manusia tidak menghendaki hal tersebut terjadi.

Dan demi cinta yang tulus akan selalu ada hati yang setia menunggu, akan ada hati yang selalu rela berkorban, melakukan segala hal baik agar tampak sempurna dimata dambaannya.

Berpikir jernihpun seakan sulit dilakukan, layaknya orang yang dimabuk anggur asmara..terhipnotis oleh suatu rasa....rasa ingin memiliki dan bukan hanya sekedar mengagumi. Memiliki seluruh apa yang ada pada dirinya, cinta, hati dan seluruh nafasnya.
Sungguh kesempurnaan yang luar biasa.....



The Power Of Love

           Mainset saya tentang cinta menjadi berubah tatkala dalam perjalanan kekampus tadi pagi (Senin, 10/10/2011) saya menemukan pemandangan yang benar-benar membuat saya tercengang kagum.

          Tepatnya tadi pagi saat dalam perjalanan kekampus seperti biasanya saya berangkat pagi jam 08.00 WIB yang kebetulan dengan menggunakan bus kota, saat berada dilampu merah perempatan Wirobrajan (Nama salah satu tempat diYogyakarta) saya melihat ada sepasang pasangan yang berkekurangan secara fisik berjalan berdampingan. Sang Pria yang berusia kurang lebih 28 tahun dengan keterbatasan fisik yang tidak bisa melihat sama sekali (buta) berjalan berdampingan dengan Sang Wanita yang tubuhnya berukuran pendek (cebol) yang kira2 berusia 47 tahunan berjalan berdampingan seraya saling berbagi perhatian satu sama lain. Sang Pria yang tidak bisa melihat berjalan bergandengan dengan sang wanita yang dengan sabar menuntun jalan sang pria, walau sang wanitapun berjalan agak sulit dikarenakan tinggi tubuhnya yang sangat pendek (cebol) namun cinta dan kasih sayang yang tulus terus dibagi melalui bahasa tubuh mereka. Walau usia mereka terpaut sangat jauh tapi mereka terus berbagi perhatian dengan saling mengusap keringat satu sama lain, berbisik sambil berbagi canda dan hal-hal simple penuh arti pun mereka bagi seraya tidak menghiraukan berjuta tatap mata yang terpesona melihat mereka.

               Air mata saya langsung menetes saat melihat pemandangan seperti itu, bahkan semua penumpang yang ada dalam bus menoleh keluar jendela seakan tak ingin melewatkan pemandangan indah tersebut, sampai-sampai pengendara-pengendara yang lainpun mengarahkan pandangan pada fokus yang sama. Keterbatasan fisik tidak dijadikan alasan bagi mereka untuk tidak hidup tanpa cinta, mereka tulus membagi arti cinta sesungguhnya kepada pasangannya.

              Kita pasti merindukan memperoleh pasangan yang paham akan arti ketulusan cinta seperti mereka, memiliki pasangan yang mau menerima kelebihan bahkan kekurangan kita. Pasangan yang mampu membuat hari-hari kita indah walau hati kita dirundung gelisah, sedih bahkan amarah, pasangan yang selalu ada dalam kondisi apapun dan dengan keadaan bagaimanapun. Kejadian itu benar-benar memberi “Pelajaran Cinta” yang berharga bagi kita. Mungkin kita bisa belajar dari kehidupan mereka, dari ketulusan cinta mereka yang seakan buta akan arti perbedaan dan kekurangan dalam diri mereka. Mengartikan cinta memang sulit, bahkan terkadang sangat tidak logis namun yang paling kongkrit adalah “Cinta tidak butuh obralan kata yang terangkai bagaikan janji, tidak juga rankaian kata-kata yang puitis, Cinta hanya butuh bukti, Dia (cinta) hanya butuh realisasi bukan janji-janji, buktikan dengan sikap dan tindakan bukan dengan omongan”
Semoga tulisan yang tak sempurna ini bisa sedikit mengubah presepsi kita tentang apa itu cinta, bagaiman itu cinta dan seperti apa itu cinta :)

Minimnya Minat Peserta Didik Putri Dalam Bidang Teknik Sipil



            Berbicara tentang ‘Dunia Konstruksi’ dan ‘Dunia Proyek’ tentu tidak terlepas dari peran Teknik Sipil yang memiliki keterkaitan paling erat didalamnya. Definisi Teknik Sipil sendiri adalah salah satu cabang dari ilmu teknik  yang mempelajari tentang berbagai hal yang berkaitan dengan konstruksi ( pembangunan, perancangan, pemeliharaan infrastuktur bangunan/jalan/jembatan dan sebagainya ) serta termasuk penyehatan lingkungan hidup dan lain – lain. Seseorang yang bergelut dalam bidang teknik sipil tidak hanya dapat berkecimpung dalam dunia konstruksi saja namun selebihnya ia dapat mempunyai kemampuan dasar dalam bidang komunikasi yaitu dengan merumuskan masalah teknis dalam terminologi legal, sosial, politis, lingkungan berkelanjutan, dan sistem daur hidup serta pengertian dasar perdagangan seperti pemasaran, managemen keuangan dan etika bisnis.
                Selama ini para peserta didik yang berminat dibidang Teknik Sipil lebih banyak didominasi oleh peserta didik putra daripada peserta didik putri. Rendahnya representasi peserta didik putri dalam bidang teknik sipil saat ini menjadi suatu indikasi adanya gejala segredasi gender dalam suatu bidang yang masih dalam kekuasaan penuh dan belum ada tanda – tanda mereda, sehingga  harus segera dicari solusinya. Berbagi alasan yang melatar belakangi keputusan merekapun dilontarkan. Alasan – alasan mereka itu antara lain adalah yang pertama karena sebagian besar peserta didik putri merupakan peserta didik yang memiliki latar belakang pendidikan SLTA yang berbeda dengan peserta didik putra yang kebanyakan menyelesaikan pendidikan menengahnya diSMK. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bidang Teknik Sipil sangat berkaitan erat dengan proses pendesignan suatu infrastruktur dan dasar – dasar proses pendesignan yang meliputi teknik menggambar ini biasanya telah diberikan pada jenjang pendidikan SMK, lainnya halnya dengan SLTA yang lebih condong dalam penyajian pelajaran – pelajaran umum saja. Alasan yang kedua adalah karena setelah lulus menempuh proses perkuliahan di Teknik Sipil, dunia kerja ( pasar ) biasanya lebih mempercayakan proyek – proyek mereka untuk dikerjakan oleh para sarjana putra ketimbang para sarjana putri. Latar belakang alasan tersebut adalah karena selama ini kinerja kaum putri dilapangan dianggap masih belum maksimal oleh pasar apalagi bagi seorang pelaksana konstruksi ( karena fisik kaum putri yang dianggap tidak sekuat fisik kaum putra dilapangan ). Alasan ketiga adalah karena saat ini terdapat banyak insinyur Teknik Sipil yang menganggur karena persaingan individu yang makin melesat namun tidak disertai dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai. Alasan terakhir adalah karena semakin bertambahnya alternatif variasi pilihan bidang ilmu keteknikan yang lain yang prospek kedepannya lebih menjanjikan bagi lulusan teknik kaum putri, seperti : Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Industri dan sebagainya.
            Alasan – alasan tersebutlah yang membuat minat peserta didik putri dalam bidang Teknik Sipil menurun dan lebih memilih cabang keilmuan lain yang prospeknya kedepan lebih baik dan menguntungkan. Kini menjadi tanggung jawab kita semua untuk dapat mencari setitik lubang solusi dibalik semua permasalahan yang mengkompleks itu. Beberapa solusi yang dapat ditempuh adalah yang pertama dengan mengadakan riset atau penelitian yang lebih dalam tentang hal – hal yang  mempengaruhi prestasi belajar atau minat peserta didik putri, diantaranya mengenai faktor psikologis ( keinginan, motivasi, cita dll ), faktor lingkungan, faktor fisik ( kesehatan, kekebalan dll ), faktor pelengkap ( sarana dan prasarana ). Solusi yang kedua adalah dengan  lebih gencar lagi mempromosikan ‘Dunia Teknik Sipil’ kepada para remaja putri khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk merubah paradigma mereka agar mereka lebih tertarik untuk melanjutkan studinya dibidang Teknik Sipil daripada dibidang yang lainnya.